Sunday, May 7, 2023

Menyesal ke Museum Polri

Aku sering dengar beberapa orangtua menakut-nakuti anaknya dengan menggunakan profesi polisi bila anak itu nakal atau nggak nurut.  

"Awas loh, nanti ditangkap polisi! Nanti ditembak polisi!" 

Terus pura-pura manggil polisi, 

"Pak Polisi, si A nakal, tangkap nih!"

Aku tak tau dari mana ide itu pertama kali muncul di benak orangtua tersebut. Tapi aku pernah baca di suatu artikel bahwa hal ini sebenarnya tidak baik. Karena selain berpengaruh pada psikologis anak juga membuat anak punya persepsi bahwa polisi itu menakutkan. Padahal kan polisi berberan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. 

Karena itu, aku tak ingin El, anakku yang masih balita, jadi takut pada polisi dengan cara yang tak tepat seperti anak-anak yang sering ditakuti dengan sosok polisi tersebut. 

Dengan motivasi mulia itu, Sabtu lalu kami berkunjung ke Museum Polri. Aku, Pak Suami dan anak kami El. Selain karena penasaran seperti apa sih Museum Polri itu, aku juga punya niat memberikan wawasan baru pada El tentang polisi yang sebenarnya. Siapa tau dia terinspirasi kelak mau jadi polisi juga.

Museum ini berlokasi di Jl. Trunojoyo No.3, RW.2, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Kalau kesini naik Transjakarta atau MRT, turun di halte/stasiun CSW dekat Blok M. Tinggal jalan kaki sekitar 300 meter untuk ke museum.

Museum ini buka dari Selasa-Jumat dari jam 09.00 WIB - 15.00 WIB.  

Sabtu Minggu buka dari jam 09.00 WIB -14.00 WIB. 

Senin dan Libur Nasional tutup. 

Tiket Masuknya? Gratis!



Di depan museum, ada patung polisi besar dan helicopter dan panser dengan tulisan polisi. Tadinya kami mengira pintu masuknya adalah di depan patung itu, ternyata masih harus jalan ke belakang untuk akhirnya tiba di pintu masuk.

Kami masuk melalui pintu kecil di pos pengamanan dimana kami dimintai KTP untuk didata dan digantikan dengan kartu pengunjung. Setelah itu kami dipersilahkan masuk.

Dari Pintu masuk kami berjalan sekitar 200 meter ke arah Museum melewati Gedung Yanma dan Gedung Baharkam di komplek Mabes Polri.

Mengingat ini museum masuknya gratis, aku tak punya ekspektasi yang berlebihan akan apa yang ada di dalamnya. Yah, paling banter ada kisah sejarah kepolisian dan koleksi barang sehubungan dengan kisah itu.

Setibanya di museum, setelah mengisi data di buku kunjungan, kami disambut ramah oleh seorang Polwan muda yang cantik. Dia menjelaskan apa saja fasilitas yang tersedia di museum itu dari lantai 1, 2 dan 3. 

Di lantai 1 terdapat sejarah kepolisian RI, koleksi senjata dan koleksi kendaraan yang digunakan jaman dahulu. Yang menarik adalah kita bisa menggunakan salah satu senapan untuk menembak seperti main game. Ada juga sepeda yang bisa kita naiki, yang bila dikayuh, layar di sebelahnya bergerak dengan view suasana kota di jaman dahulu.


Di Lantai 2 ada berbagai info tentang Polri masa kini dan masa depan dan keterangan tentang tokoh-tokoh penting di kepolisian. Ada juga spot foto bersama polisi yang bisa kita lakukan dari sebuah layar. Dan yang paling membuatku senang adalah, ternyata ada kids corner untuk area bermain anak. Wow…aku suka tempat wisata model begini. Ramah anak.




Di lantai 3 ini ada perpustakaan dan teater dan berbagai info tentang Densus 88 dan berbagai kegiatannya dalam menumpas terorisme.

Kami pun masuk ke museum dengan bersemangat dan mendapati bahwa suasana di museum itu beyond our expectation. Mulai dari lantai 1 yang berisi sejarah perjalanan kepolisian yang disajikan dengan cara yang menarik.

Museum Polri merupakan museum yang dibuat untuk melestarikan nilai-nilai sejarah kepolisian. Diprakarsai oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan diresmikan pada tanggal 1 Juli 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

El senang banget saat kami tiba di kids corner. Di sini ada beberapa wahana permainan seperti perosotan,  mobilan polisi, buku-buku dan berbagai mainan lainnya. Ada baju-baju polisi kecil yang bisa digunakan ke anak.

Karena kami tiba di Museum udah hampir jam 1 siang, jadi kami hanya punya kesempatan 1 jam untuk muter-muter karena Sabtu tutupnya jam 2 sore. Agak buru-buru juga sih. 

Kami sengaja datang siang karena tadinya tak nyangka kalau tempatnya sebagus itu. Apalagi El senang banget di area kids corner. Diajak pulang malah nangis. Hmm..aku jadi menyesal datang kesini di waktu se mepet itu. Seharusnya kami datang lebih pagi biar lebih puas menikmati suasana disana.

Untuk ukuran museum gratis dan sekeren ini, menurutku ini sangat recommended untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.


Satu hal, perasaanku saat ke museum ini, melihat sejarah kepolisian Indonesia, bagaimana mereka berjuang untuk menjaga keamanan dan menumpas berbagai kasus kejahatan membuatku dipenuhi rasa haru dan bangga.

Semoga Polri makin berjaya dan seperti slogan yang mereka junjung, makin presisi.


No comments:

Post a Comment

Price and Value – Karakter Seorang Pria yang Lebih Berharga Dibanding Uang

Uang (sumber: Unsplash)     “ A Gem Is Always A Gem. It'll Shine Bright like Always Even If You Put It in Charcoal. You Just Need To Ope...