Saturday, October 8, 2022

Dijamin Buku Kamu Laris Manis! Yuk Belajar Strategi Pemasaran Buku ala Penerbit Mayor


Photography by Anastasia Shuraeva on Pexels

Tema pertemuan ke-21 Pelatihan menulis PGRI gelombang 27 malam ini adalah Strategi Pemasaran Buku. Dipandu oleh moderator Ibu Mutmainah dan narasumber Bapak Agus Subardana. 

Bapak Agus  adalah Direktur Marketing Penerbit Andi Offset. Industri Penerbitan buku, yang sudah berdiri sekitar 42 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 20.000 judul buku yang terdiri dari 32 kategori.

Tema ini seperti memahami keresahan saya atau mungkin juga penulis pemula lain yang ingin menerbitkan bukunya. Namun merasa bingung dengan masa depan buku tersebut. Apakah layak dijual atau hanya untuk koleksi pribadi?

Padahal salah satu niat saya menulis buku adalah untuk berbagi manfaat pada para pembaca. Bagaimana bila tak ada yang beli dan baca? 

Bapak Agus Subardana menjelaskan bahwa  karena tujuan kita menulis adalah untuk menghasilkan karya buku yang kemudian disajikan kepada para pembaca, maka kita perlu memahami sajian apa yang  diminati oleh masyarakat. 

Untuk dapat membidik selera pasar dari berbagai kalangan, ada strategi khusus yang harus dilakukan agar buku yang kita tulis  benar-benar  dinikmati pembaca.

Lebih lanjut Bapak Agus Subadana menjelaskan stategi pemasaran yang saat ini diterapkan oleh Penerbit Andi Offset. 

Strategi pemasaran buku dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik, tergantung pada jenis buku yang di terbitkan.  Jenis-jenis buku dikelompokkan menjadi beberapa kategori buku, yaitu buku anak, buku bisnis, buuku pertanian, buku fiksi - novel, buku pengembangan diri, buku teks, dll. 

Berdasarkan kategori buku tersebut Penerbit Andi kemudian melakukan pemetaan segmentasi pasar.

Strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi:

Faktor Mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

Faktor Makro, yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini Penerbit Andi melakukan strategi pemasaran buku mencakup Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara dan Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut.

Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (Online)

a. Pemasaran buku lewat Online

Penerbit ANDI menggarap pasar  bisnis online yang dikenal dengan istilah digital marketing.

Photo by Mikael Blomkvist

Digital marketing merupakan teknik memasarkan produk atau jasa dengan mengandalkan media online atau internet.

Jenis-jenis digital marketing yang  diterapkan di Penerbit ANDI Offset, antara lain:

1. Content Marketing 

Salah satu jenis digital marketing yang berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten untuk target pasar tertentu. Tujuannya adalah untuk menarik aksi menguntungkan dari calon pembeli potensial. Ada banyak pilihan content marketing mulai dari blog, podcast, infografik, dan lainnya.

2. Search Engine Optimization (SEO) 

SEO bisa menjadi strategi menarik pengguna internet untuk mengunjungi website Penerbit Andi Offset (andipublisher.com) dan kemudian membeli produk yang  ditawarkan.

Photo by Pixabay

3. Search Engine Marketing (SEM)

Merupakan upaya untuk mengoptimasi website di mesin pencari. Search Engine Marketing (SEM) merupakan strategi pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian mesin pencari atau yang dikenal dengan istilah SERP.

Photo by Pixabay

4. Social Media Marketing 

Memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk promosi dan pemasaran suatu brand. Kita bisa menerapkan social media marketing di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya. 

Ini adalah akun Instagram penerbit Andi sebagai referensi membuat konten yang menarik untuk menjual buku kita.


 

5. Instant Messaging Marketing

Ini merupakan tren komunikasi masa kini, di mana kita bisa memanfaatkan penggunaan Whatsapp, Facebook Messenger, WeChat, dan platform messenger lainnya.

6. Email Marketing

Strategi ini menggunakan media email untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

7. Influencer Marketing 

Kehadiran influencer membawa pengaruh besar pada para fans dan pengikutnya. Orang-orang akan lebih tertarik menggunakan barang yang digunakan atau ditawarkan oleh seorang influencer.

8. Video Marketing

Untuk melengkapi strategi pemasaran digital yang sedang dijalankan, video menjadi salah satu media yang bisa digunakan untuk tujuan promosi dan pemasaran.

9. TV. ANDI AKADEMI 

Penerbit Andi Offset mempunyai Chanel TV Youtube Nama Chanel Youtube TV. ANDI.

Pemasaran melalui channel Youtube  juga dinilai sangat efektif karena orang-orang menghabiskan waktu yang lumayan lama di hp android. Saat ini bahkan kita bisa menonton acara secara online melalui layanan streaming.

10. Berkerjasama dengan Marketplace

Marketplace seperti bukalapak, shopee, dll serta mitra/reseller.

Untuk penjualan buku lewat online ini kita harus proaktif untuk  konsisten promosi. Tujuannya adalah:

  • Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
  • Menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
  • Menaikkan penjualan dan profit 
  • Membandingkan keunggulan produk dengan pesaing 
  • Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan 
  • Mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapat konsumen

b. Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Strategi ini menggunakan jaringan komunitas untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Kuncinya harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi.

B. Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat (Offline)

Penerbit Andi telah mempunya puluhan cabang di Indonesia yang tersebar dari Aceh  sampai Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini dikelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju, antara lain:

1. Toko Buku 

Toko buku ini dipetakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional. 

Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem sentralisasi dan sebagainya.

Toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko. Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual.

Untuk itu saluran toko buku tersebut masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual/konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus. 


Strategi Promosi di toko buku Modern

  • Menguasai display buku, supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
  • Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
  • Mengadakan Bedah Buku, Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
  • Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll).

2.  Strategi Pemasaran Direct Selling

Merupakan strategi pemasaran langsung  door to door dengan memakai Sales Direct  Selling.

Tugas tenaga penjual/sales tersebut  adalah:

  • Kunjungan langsung ke tiap sekolah 
  • Kunjungan langsung ke setiap kampus 
  • Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.

Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang baik dengan pelanggan yang dampaknya meningkatkan hasil penjualan buku.

3. Strategi Pemasaran Melalui Event

Aktif dalam melakukan berbagai event seperti pameran buku, seminar, webinar, workshop, tryout, dan sebagainya.


Demikian sekilas informasi yang saya dapatkan dari penjelasan Bapak Agus Subardana. Sebagai referensi untuk para penulis yang ingin juga memasarkan karya bukunya. 

2 comments:

  1. Oke sudah bagus Bu resumenya. Saya mau tanya aja, gambar Instagram penerbit Andi yang ditampilkan, apakah benar yang itu ? Soalnya itu tertulisnya Andi media digital

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya pak untuk koreksinya. Saya sudah cek ulang dan ternyata memang bukan itu IG. Sudah saya update dengan yang benar ya Pak.

      Delete