Posts

Showing posts with the label Parenting

Berkembang Baik Sebelum Berkembang Biak

Image
  Aku sangat setuju bahwa seseorang yang mau menikah dan pengen punya anak sebaiknya adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Orang yang sudah pulih dari luka batin atau trauma apapun di masa lalu nya. Karena kalau tidak, dia berpotensi untuk menularkan luka itu pada anaknya nanti. Nah, aku tak pernah menyadari kalau sebenarnya aku punya luka batin atau biasa disebut trauma masa kecil itu. Aku kira aku baik-baik saja, aku anggap semua yang terjadi di masa lalu, walaupun buruk, tidak ada pengaruhnya pada hidupku yang sekarang.  Apalagi bila membandingkan diri dengan orang lain yang sepertinya penderitaannya lebih besar membuatku cenderung menyepelekan apa yang telah aku alami di masa lalu. Sehingga tak sadar bahwa ada luka yang belum sembuh dan perlu dibereskan. Setelah menikah dan punya anak, barulah aku menyadari bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang ke trigger oleh masalah tertentu. Setelah punya anak, aku belajar banyak sekali hal baru termasuk menyadari si...

Darimana Datangnya Inner Critic dan Kebencian Terhadap Diri Sendiri?

Image
"Dasar! Malu-maluin aja!" Dengan mata melotot penuh amarah, si ibu mengucapkan perkataan tajam itu ke anaknya yang masih berusia 3 tahun. Dari tekanan suaranya yang berusaha dijaga tetap pelan itu aku bisa menakar tingkat kemarahan yang sedang bergemuruh di dadanya. Mungkin kalau di rumah udah dibentak kali tuh anak, tapi karena di depan umum, dia terpaksa menahan diri. Jadi ceritanya saat itu, di sekolah Minggu, ada acara lomba 17 an. Perlombaan dibagi per kategori usia. Anak usia 3 tahunan lomba sortir warna mainan pom pom. Setiap anak diberikan satu gelas plastik berisi beberapa pom pom warna warni. Cara bermainnya, pom pom itu harusnya dimasukkan ke mangkok sesuai warnanya. Anak-anak lain mengerti konsep permainannya dan mulai berlomba menyortir pom pom. Tapi anak ibu tadi tak mau memasukkan pom pom nya ke wadah sebagaimana aturan permainan. Awalnya si ibu dengan sabar menjelaskan apa yang harus dilakukan si anak, agar pom pom warna merah dimasukkan ke wadah mer...

Berapa banyak uang yang sebenarnya kita Butuhkan?

Image
Ilustrasi Parenting (Sumber: Kelli Mcclintock-unsplash) “Sebenarnya berapa banyak uang sih yang kita butuhkan?” Aku mengajukan pertanyaan itu pada suami sambil merenung. sebenarnya pertanyaan itu aku tujukan pada diriku sendiri. Aku menghitung-hitung dalam pikiranku biaya hidup yang kami butuhkan setiap bulannya. Saat itu aku menyimpulkan bahwa kebutuhan hidup kami sebenarnya nggak banyak-banyak amat. Selama ini kami menjalani gaya hidup sederhana dengan keinginan yang tidak terlalu neko-neko. Jadi seharusnya, penghasilanku perbulan bekerja di kantor masih bisa menutup kebutuhan hidup kami sehari-hari. Karena itu aku menyarankan suami agar sementara berhenti jualan mie ayam setiap hari di rumah dan hanya menerima pesanan makanan di hari Sabtu Minggu. Sehingga di hari biasa dia bisa fokus ngurusin El, anak kami yang saat itu masih berusia 2 tahun. Pasalnya beberapa bulan terakhir ini aku merasa hidup kami begitu kacau dan rusuh oleh terlalu banyak hal yang harus dilakukan. S...