Friday, September 16, 2022

Pentingnya Majalah Sekolah dan Langkah Pembuatannya

 

Tema pelatihan menulis PGRI asuhan Omjay Gelombang 27, Pertemuan ke 11 malam ini adalah tentang mengelola majalah sekolah.

Narasumbernya adalah ibu Widya Setianingsih, S.Ag, yang merupakan pimred majalah sekolah di MI Khadijah Malang tempat beliau mengajar. Dalam tema ini, beliau berbagi pengalaman dalam membentuk majalah sekolah yang sudah mulai dari tahun 2007 dan makin hari semakin baik kualitasnya. 


 

Walau dulu ketika saya sekolah tidak ada majalahnya, tapi saya pernah bekerja di salah satu perusahaan yang ada majalah bulanannya. Isinya informasi teraktual seputar aktivitas perusahaan. Ketika itu, saya sempat juga menulis beberapa artikel di bulletin itu.

Selain senang karena ada wadah untuk mengasah skill menulis saya, saya juga senang setiap kali bulletin terbit dan saya bisa membaca banyak informasi terbaru yang menarik terkait kegiatan setiap departemen di perusahaan.

Mungkin demikian juga, majalah sekolah punya manfaat penting sebagai sarana komunikasi sekolah yang juga bisa menjadi wadah kreatifitas guru dan siswa dalam berkarya.

Majalah sekolah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang dikelola, dibuat, dan diedarkan di kalangan sekolah.

 

Apakah kamu seorang guru atau pegawai di sekolah yang berpikir untuk mulai mengadakan majalah di sekolah tempat kamu mengabdi?

 

Apa sajakah langkah dan persiapan yang harus dilakukan untuk membuat majalah sekolah yang baik dan menarik? Yuk baca lebih lanjut!

 

Langkah Membuat Majalah Sekolah

 

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kamu ingin mengadakan dan menerbitkan sebuah majalah sekolah.

 

1.    Menyatukan ide dan gagasan

 

Carilah teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi yang baik di sekolah. Setelah itu, tentukan susunan redaksi majalah. Pada awalnya mungkin crew masih terbatas, tapi bila kamu memang berkomitmen kuat, nantinya semangat itu akan menular pada teman lain untuk ikut terlibat.

 

2.    Mengajukan Proposal

 

Setelah tim terbentuk, langkah selanjutnya adalah membuat proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana, dan lain sebagainya. Proposal ini digunakan sebagai rancangan mengenai program majalah sekolah kepada pihak sekolah. Selain itu, proposal juga bisa diberikan kepada wali murid atau rekanan sekolah, misal penerbit buku.

 

3.    Membuat rancangan majalah

 

Tentukan majalah yang ingin dibuat, seperti nama majalah, isi berita, pendanaan, dan lain-lain.

 

Bila kamu merasa pihak petinggi sekolah kurang memberikan perhatian pada ide mengadakan majalah sekolah, cobalah untuk membuat sample majalah terlebih dahulu. Dalam sample majalah ini, buatlah profil petinggi sekolah dengan narasi yang baik, yang niscaya akan membuat mereka senang dan akhirnya memberikan dukungan.

 

Tentu ini bukan suatu jaminan ya, tapi suatu cara yang bisa dilakukan selain juga menggunakan cara berkomunikasi yang baik dalam menyampaikan usulan kamu.

 

4.    Mencari rekanan pendukung

 

Majalah sekolah yang sudah dibuat dapat dicetak dan dibagikan kepadada siswa atau guru-guru. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dengan percetakan atau sponsor.

 

Susunan Redaksi Majalah Sekolah

Untuk menyusun majalah sekolah yang menarik tentu tidak cukup apabila satu orang saja yang berkeja. Buatlah tim redaksi majalah. Susunan redaksi majalah sekolah ini, meliputi:

 

1.        Penasihat, biasanya pihak dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah

Tugas: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap tim tentang majalah sekolah.

 

2.        Penanggung Jawab, yaitu Kepala Sekolah

Tugas: Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional)

 

3.        Pimpinan redaksi, bisa salah satu guru yang ditunjuk.

Tugas: Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

 

4.    Editor

 Tugas: Bertanggung jawab  swasunting tulisan, proofreading, dan mengedit semua tulisan.

 

5.    Reporter

 Reporter merupakan pencari berita yang tugasnya mencari dan membuat berita.

 

6.    Fotografer

Fotografer bertugas untuk mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

 

7.    Layout

Tim layout bertugas untuk mendesain majalah dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.

 

8.    Bendahara

Bagian bendahara bertugas untuk mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah.

 

Poin yang Perlu Diperhatikan

Berikutnya, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam membuat majalah sekolah, antara lain:

 

Membuat nama majalah

 

Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.

 

Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

 

Ibu Widya, sang narasumber yang mengajar di MI Khadijah membagikan arti dari nama majalah sekolahnya yaitu KHARISMA yang merupakan singkatan dari Khadijah Is My Inspiration.         


 

 







 

 

 

 

 

 

Menentukan artikel yang akan ditampilkan

 

Hal yang ada di dalam majalah sekolah, yaitu

 

1.  Visi misi sekolah 

Tuliskan visi misi sekolah pada awal majalah sekolah.


2.  Salam redaksi 

Kata sapaan pimpinan redaksi pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, dan kondisi teraktual saat itu.

 

 3.  Berita sekolah 

Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah, dan lain-lain.

 

4.  Profil guru 

Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, dan staf pendidik.

 

5.  Profil siswa berprestasi 

Menampilkan siswa paling berpretasi.

 

6.  Karya siswa 

Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar, dan lain-lain.


7.  Kegiatan siswa 

Kegiatan outing class, ataupun in class. Misalnya outbound, praktik di kelas, unjuk kerja, game, dan lain-lain.

 

8.  Kuis berhadiah 

Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD bisa menggunakan TTS, tebak gambar, dan lain-lain. Kuiz ini dapat pula sebagai ajang berhadiah.

 

9.  Prestasi sekolah 

Menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

 

10. Info dan pengumuman 

 Info ujian, libur, dan sebagainya.

 

 

Mengajukan ISSBN

 

Agar majalah sekolah kita memiliki hak paten, kita dapat mengajukan ISSBN. Sekolah dapat menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

 

Tentukan Penggunaan Bahasa

 

Ketika menulis majalah sekolah, perlu diperhatikan pula penggunaan bahasa yang dipakai. Kita harus tentukan sasaran pasar majalah sekolah, yaitu siswa dan wali murid. Oleh karena itu, penggunaan bahasa perlu diperhatikan.

 

1.  Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. 

 

2.  Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan. 

 

3.  Selipkan bahasa-bahasa gaul yang sedang tren, tetapi tetap sopan.

 

4.  Gunakan bahasa yang komunikatif, sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

 

Carilah Tema Terkini

 

Kita dapat mencari tema dari hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui isu-isu tersebut, bisa menjadi referensi kita untuk menulis majalah sekolah. Sebagai contoh, “Tetap Berprestasi di Masa Pandemi”, “Semakin Berilmu, Semakin Berakhlak”, “Let’s go Green”, dan lain-lain.

 

 

Tentukan Cover dan Layout yang Menarik

 

Hal yang perlu diperhatikan dalam layout dan tata letak majalah.

 

    1. Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP, atau SMA) 

2. Praktis, simpel, menarik, dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat, tetapi tidak sumpek. 

 

3. Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel.

 


Pembiayaan

 

Pembiayaan ini digunakan untuk mencetak majalah, membayar HR crew, dan pembelian hadiah kuis ataupun keperluan lainnya terkait dengan majalah sekolah.

 

Pembiayaan cetak majalah bisa dibagi menjadi tiga:

 

1.  Murni dari siswa, siswa membeli majalah (dimasukkan didaftar ulang atau SPP)

2.  BOSDA, pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.

3.  Sponsor, bisa dengan menggandeng wali murid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.

 

Percetakan

 

Bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi, maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk daring. Misalnya dikirim dalam bentuk PDF melalui WhatsApp, Web sekolah, IG, Facebook, dan lain-lain. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

 

Tips untuk menghemat budget biaya cetak majalah: Tidak semua kita cetak warna, bisa 8 halaman saja yang dicetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

 

Perbarui Ilmu Secara Berkala

 

Agar majalah selalu up to date, maka harus ada jadwal untuk memperbarui ilmu bagi para tim. Misalnya, pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, Photoshop untuk layout. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

 

 

Pupuk Kekompakan Tim

 

Tim harus memiliki rasa solid, kekompakan, saling mendukung, dan mengisi kekurangan satu sama lain.

 

Demikian bahasan singkat mengenai pengadadaan majalan sekolah. Semoga bermanfaat buat kamu yang ingin merintis majalah sekolah. Semangat!

 

4 comments: