Saturday, September 3, 2022

7 Rahasia Manerbitkan Buku


Apa sih alasan kamu ikut kelas menulis ini?

Pertanyaan dari Ibu Rita Wati, S.Kom, narasumber pertemuan ke 6 kelas belajar menulis PGRI gelombang 27 ini membuatku mikir sejenak.


Alasan aku ikut kelas ini, aku ingin belajar jadi penulis yang baik, menghasilkan karya berupa tulisan, buku atau ebook yang berdampak baik bagi banyak orang yang membacanya dan  dapat penghasilan dari menulis.

Bagaimana dengan kamu? Mungkin kamu juga punya alasan yang sama ya, biar bisa menulis dengan baik dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Walau punya alasan yang mulia, namun mungkin kamu masih bertanya bagaimana bisa menuju kesana? 

Masalah yang sering dihadapi penulis pemula, termasuk aku, biasanya susah ide, miskin kosakata, sulit merangkai kata, menunda-nunda, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, bingung mau mulai darimana, merasa tulisannya jelek, tidak layak dibaca

Bagaimana mengatasi masalah itu? Solusinya mudah saja! Banyaklah membaca dan menulis!

Bukan hanya membaca buku, tapi juga membaca kejadian atau peristiwa di sekitar kita, direnungkan dan dituang menjadi tulisan.

Hal ini perlu dilakukan dengan rutin sampai kita terbiasa menulis. Selanjutnya tulisan itu bisa diarahkan ke bentuk cerpen atau novel.

Rahasia Menerbitkan Buku dan Berprestasi

Ibu Rita Wati S. Kom, narasumber yang membawakan tema Rahasia  Menerbitkan Buku dan Berprestasi, menjelaskan saran menerbitkan buku dan berprestasi.

1. Tentukan motivasi / tujuan menulis

Bila kita tau apa tujuan kita, maka kita akan lebih mudah melakukannya. Karena kita punya tujuan yang jelas.

Misal, bila motivasinya adalah sekedar hobi, belajarnya bisa lebih santai dan sesuai mood. 

Namun berbeda jika motivasinya adalah untuk menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan. Tentu butuh upaya ekstra untuk belajar sungguh-sungguh, supaya tulisan kita layak untuk dijual.

2. Tulislah apa aja yang di dalam pikiran

Sekarang kamu udah tau tujuan kamu belajar menulis. 

Langkah selanjutnya adalah mulailah menulis!

Tak perlu pusing mau nulis tentang apa. Tulislah apa yang di dalam pikiran kamu. Bisa tentang lingkungan sekitar, sekolah, binatang kesayangan, apapun bidang yang kamu senangi atau kuasai.

3. Tulis dulu, edit kemudian

Tuliskan semua ide sampai tuntas. Jangan sambil mengkritik isinya benar atau tidaknya. Hal itu bisa dilakukan kemudian setelah tulisan selesai. Namanya proses editing.

Kalau belum selesai udah di edit duluan, takutnya malah tulisan nggak selesai-selesai. 

Kadang ide tulisan jadi terhenti mengalir karena niat untuk harus langsung sempurna.

4. Latihan menulis secara bertahap

Aku pernah dengar tips menulis dari Tere Liye, seorang penulis terkenal, katanya kalau mau lancar menulis, menulislah sebanyak 1000 kata setiap hari selama 180 hari secara nonstop. Kalau ada hari dimana kita tak menulis, maka besoknya kita harus menulis mulai dari hari pertama lagi. Pokonya 180 hari tanpa bolong.

Ketika dengar tips itu, yang aku pikirkan adalah sulitnya membuat tulisan 1000 kata setiap hari. Sehingga sampai sekarang aku belum melakukannya. 

Tapi ada tips yang mungkin lebih mudah dilakukan oleh pemula seperti kita. Tulis secara bertahap. Mulai dari 100 kata, kemudian meningkat jadi 150 kata hingga akhirnya jadi 1000 kata tiap hari.

5. Menulislah setiap hari

Alah bisa karena biasa. Demikian juga menulis jadi mudah kalau kita biasa menulis rutin setiap hari.

6. Mulai buat peta konsep

Setelah terbiasa menulis, mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep atau table of content (daftar isi). Hal ini jika ingin tulisan kamu jadi buku. 

Dalam daftar isi, sebutkan apa saja yang ingin dibahas dalam buku itu. 

Kemudian mulai menyusun tulisan sesuai dengan daftar yang sudah dibuat.

7. Mulailah join menulis buku antologi dan ikut perlombaan menulis

Buku antologi adalah buku yang ditulis bersama oleh beberapa penulis, isinya berupa karya sastra yang sejanis, misal cerpen, puisi dll.  

Dengan menulis buku antologi, rasa percaya diri kita sebagai penulis akan semakin meningkat.

Kemudian mulai ikut perlombaan menulis. Misal, menulis puisi, cerpen, essay, karya ilmiah, blog, dll.

Niatkan ikut perlombaan ini untuk mengasah kemampuan menulis kita menjadi lebih baik. Karena biasanya ada ketentuan menulis untuk setiap perlombaan. 

Walaupun awalnya mungkin belum menang, setidaknya kita bisa belajar dari tulisan para pemenang.

Kalau menang, kita dapat banyak keuntungan. Dapat ilmu belajar menulis dan dapat hadiah juga.

Gaya Bahasa dan Kaidah Dasar Penulisan

Mungkin kamu bertanya, bisa nggak ya menulis dengan bahasa pergaulan? Aku tak suka bahasa yang terlalu baku.

Nah, ini tergantung pada tema tulisan kamu. Bila menulis untuk buku pelajaran, maka harus menggunakan bahasa baku. Namun bila menulis buku fiksi, maka bisa menggunakan bahasa gaul.

Tapi, kalau kamu ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas dan enak dibaca, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan. Ini penting.

Berdasarkan pengalaman ibu Rita Wati, S. Kom sebagai editor, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula dalam hal kaidah dasar penulisan. 

Mau tau apa aja? Yuk kita simak biar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama!

1.Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat

2.Paragraf terlalu panjang. Usahakan dalam satu paragraf tidak melebihi dari 10 kalimat.

3.Perhatikan penggunaan tanda baca (titik, koma, titik dua, setrip, tanda petik dsb)

4.Kata Baku (untuk mengetahui kata baku bisa install KBBI V)

5.Hindari penggunaan kata yang tidak efektif

6.Penggunaan istilah asing yang sering keliru

7.Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung


Ternyata banyak yang masih harus dipelajari ya..

Makin belajar aku makin tau banyak..makin tau bahwa ternyata aku belum tau banyak. 

Yuk tetap semangat belajar bersama!  









4 comments:

  1. Isi resume bagus, ada tambahan referensi dari penulis lain (Tere Liye).
    Ini materinya bagus. Silakan diterapkan ya Bu.

    ReplyDelete
  2. Oke.. seperti komentar Om Brian.

    Bagus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk review dan kunjungannya ke blog saya Bu Lely 🙏

      Delete

Price and Value – Karakter Seorang Pria yang Lebih Berharga Dibanding Uang

Uang (sumber: Unsplash)     “ A Gem Is Always A Gem. It'll Shine Bright like Always Even If You Put It in Charcoal. You Just Need To Ope...